26 Jan 2020

MPD Minta Pemerintah Bangun Sarana Ibadah di SD Bahtiar Husin/26012020 LANGSA (RA)–Sebagai upaya memantapkan pendidikan karakter islami pada anak didik sejak dini, Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Langsa minta kepada Pemerintah, baik provinsi maupun daerah agar membangun sarana ibadah berupa mushalla di seluruh Sekolah Dasar (SD), Minggu (26/1). Pasalnya, saat ini masih banyak Sekolah Dasar tidak memiliki sarana mushalla untuk ibadah anak-anak. Sehingga pihak sekolah harus memanfaatkan Ruang Kelas Belajar (RKB) sebagai tempat ibadah anak-anak baik untuk ibadah zduha maupun zuhur. “Di Kota Langsa, kita sudah kunjungi semua Sekolah Dasar ketika melakukan sosialisasi MPD maupun monitoring pendidikan. Ternyata dari kunjungan itu kita dapati data, masih banyak SD yang tidak memiliki mushalla, tentu ini sangat tidak relefan dengan status daerah Aceh sebagai negeri syariat, karenaya ini perlu disikapi serius oleh pemerintah dan dinas terkait,” demikian dikatakan Ketua MPD Langsa H. A. Samad Hasan kepada Rakyat Aceh kemarin. Dijelaskannya, lembaga pendidikan setingkat Sekolah Dasar maupun TK atau PAUD dibawahnya, merupakan pondasi awal dalam membentuk karakter islami anak didik. Dimana saat dini itu, anak-anak harus dikenalkan dengan berbagai nilai-nilai dasar keagamaan dan nasionalisme, agar menjadi karekater diri yang kuat nantinya ketika dewasa. Lanjutnya, khusus untuk nilai keagamaan menyahuti Aceh sebagai negeri syariat islam, maka sejak SD anak didik harus ditanamkan bagaimana shalat, serta melakukan shalat berjamaah. Untuk menjalankan tujuan mulia ini, tentunya membutuhkan sarana ibadah seperti mushalla. “Bila sejak dini atau SD anak didik tidak ditanamkan nilai-nilai keagamaan seperti shalat berjamaah di mesjid, maka anak-anak ketika remaja tingkat SLTA atau dewasa susah saat disuruh shalat ke mesjid atau mushalla sekolah. Karenanya, penting adanya mushalla di tingkat SD, jadi kita minta kepada pemerintah dan dinas terkait agar menganggarkan anggaran untuk pembangunan mushalla di SD,” demikian Samad. (dai)

0 Comment
[top]
About the Author


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *